Valuasi Bisnis Indikatif
Estimasi indikatif yang diturunkan dari EBITDA, pendapatan, dan utang bersih pada periode berjalan.
Valuasi indikatif saja
Konservatif
Rp986,3 Jt
Nilai ekuitas · Rp986.306.810
Kelipatan EBITDA4xRp895 Jt
Kelipatan Pendapatan0.6xRp1,11 M
DCF SederhanaWACC 16%Rp1,11 M
Utang bersih-Rp49,2 Jt
Kasus Dasar
Rp1,46 M
Nilai ekuitas · Rp1.456.608.822
Kelipatan EBITDA5.5xRp1,23 M
Kelipatan Pendapatan0.9xRp1,66 M
DCF SederhanaWACC 14%Rp1,63 M
Utang bersih-Rp49,2 Jt
Optimis
Rp2,04 M
Nilai ekuitas · Rp2.039.625.911
Kelipatan EBITDA7xRp1,57 M
Kelipatan Pendapatan1.2xRp2,21 M
DCF SederhanaWACC 13%Rp2,49 M
Utang bersih-Rp49,2 Jt
Pendorong Nilai
Pertumbuhan Pendapatan
18.5%Kekuatan
Marjin EBITDA
12.1%Kendala
Konversi Kas
56.7%Kendala
Pendapatan Berulang
Data belum cukupData belum cukup
Konsentrasi Pelanggan
Data belum cukupData belum cukup
Utang terhadap Ekuitas
0.85xKekuatan
Perputaran Aset
2.28xKekuatan
Simulasi Marjin EBITDA
Marjin EBITDA saat ini 12.1%. Jika naik menjadi 15%, dampak indikatif terhadap nilai bisnis adalah sekitar +Rp289,9 Jt.
Estimasi. Berdasarkan kelipatan EBITDA kasus dasar.
EBITDA
Rp223,8 Jt
Pertumbuhan pendapatan
18.5%
Asumsi
- •Nilai ekuitas = nilai perusahaan dikurangi utang bersih (total utang dikurangi kas).
- •Nilai perusahaan adalah rata-rata dari kelipatan EBITDA, kelipatan pendapatan, dan DCF perpetuitas sederhana.
- •Seluruh input berasal dari buku besar yang telah diposting pada periode fiskal berjalan.
- •Tidak ada premi kendali, diskon likuiditas, atau penyesuaian normalisasi.
Angka valuasi adalah estimasi indikatif berdasarkan asumsi terpilih dan data keuangan yang tersedia.